Masalah, gangguan, dan hambatan tidak akan pernah terhindarkan dari langkah kita sebagai makhluk Tuhan, dan itu semua merupakan hal yang pasti, kehidupan manusia baik itu karier, percintaan, keluarga, bermasyarakat atau apapun tidak akan pernah mulus dan lancar sesuai dengan keinginan kita masing – masing. Padahal tanpa kita sadari, dari hal-hal tersebut kita akan tercetak untuk menjadi lebih tegar, dewasa, dan tabah dalam menjalani kehidupan.
Dari segala macam permasalahan itu cuma satu jawaban yang kita butuhkan. Yaitu “ikhlas”. Ikhlas berarti rela / merelakan, menerima dengan terbuka. Jadi apapun yang kita temui hari ini kalau kita ikhlas untuk menerimanya, semua pasti akan jauh lebih baik pada nantinya. Ikhlas untuk menerima kelebihan orang lain, ikhlas menjalani kehidupan ini merupakan awal yang indah untuk mendapatkan kehidupan yang menakjubkan di masa yang akan datang.
Keikhlasan tidak memiliki tolok ukur yang pasti, tetapi secara garis besar, ikhlas tidak pernah mengenal pamrih ataupun balas budi. Ikhlas itu tanpa arti, tanpa tujuan dan tidak bermaksud. Ikhlas juga tidak dapat kita rasakan. Rasa ikhlas akan mengalir begitu saja seiring dengan nafas kehidupan kita, semakin kita merasa bahwa kita berbuat ikhlas, maka semakin berkurang nilai keikhlasannya. Semakin kita lupa, semakin dekat makna keikhlasan yang ada. Ikhlas adalah “Amnesia”. Ketika kita tidak tahu berapa orang yang telah kita bantu, ketika kita tidak tahu berapa uang yang telah kita sedekahkan, ketika kita tidak tahu berapa waktu yang sudah kita luangkan dan kita tidak tahu berapa besar tenaga yang pernah kita berikan. Itulah makna sebuah keikhlasan.
Ikhlas tidak dapat kita pelajari dibangku sekolah, kuliah maupun seminar – seminar kepribadian manapun di dunia. Keikhlasan hanya didapatkan melalui praktek, latihan dan kebiasaan. Mari sekarang kita mulai untuk melupakan segala perbedaan dan segala permasalahan coba relakan semua yang telah terjadi, kita sambut hari esok dengan cita – cita baru, yang memiliki semangat lebih untuk menggapainya.
Masing – masing dari kita coba membayangkan bagaimana indahnya bumi yang kita huni ini apabila dipenuhi dengan keihklasan, dimana setiap orang yang memiliki kelebihan tidak pernah merasa kelebihan itu adalah miliknya. Sehingga akan tercipta kehidupan yang saling mengisi antara satu dengan yang lain. Kehidupan yang tiada rasa iri, dengki dan dendam karena semua dapat diterima dengan rasa ikhlas.