Sunrise at Mt. Bromo

it's located in Probolinggo about 100km from Surabaya.

Scenery of Ijen Crater

Located in Bondowoso it's about 200km from Surabaya.

Sukamade

In Banyuwangi.

THE FINEST COFFEE

The Coffee tree from Jampit Coffee Plantation Bondowoso.

Tuesday, October 7, 2008

Hanya saat ini

Setiap orang merasa bahwa ia kurang dari yang lain, tidak sesukses yang lain. Hal ini adalah wajar. Kita semua paham dan sangat mengerti bahwa apa yang akan terjadi nanti tergantung apa yang kita lakukan saat ini. Banyak orang ingin untuk menjadi lebih baik, tetapi tidak sedikit pula yang hanya berangan – angan. Kebanyakan orang mau berubah, tetapi selalu menunggu waktu yang tepat, padahal sesungguhnya tidak pernah ada waktu yang tepat selain saat ini untuk menjadi lebih baik.
Karena kita semua tahu, bahwa tadi, kemarin, minggu lalu dan semua waktu yang telah kita lalui bukan lagi berada dalam kuasa kita karena bukan milik kita. Demikian juga dengan nanti, hari esok, minggu depan dan seterusnya karena masa depan masih merupakan misteri yang tidak satupun dari kita mengerti apa yang akan terjadi. Yang kita miliki dan dalam kuasa kita hanyalah saat ini, mari kita jadikan hari kemarin sebagai pembelajaran di hari ini untuk menyambut hari esok yang lebih baik. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
Barang siapa yang:
Pada hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung.
Pada hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang merugi.
Pada hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang yang celaka.
Maka dari itu, marilah kita sama – sama berubah untuk menjadi lebih baik mulai saat ini, karena “hanya saat ini”lah yang kita miliki untuk masa depan kita, jangan pernah ragu, ALLAH akan selalu menyertai setiap langkah kita.

Senyum itu ibadah.

Mungkin kata kata diatas sering sekali kita dengar, baca atau bahkan kita ucapkan... tetapi... apakah kita sudah mempraktekkannya? Kalau memang belum kenapa? tunggu apa?
Senyum merupakan salah satu bentuk nyata dari energi positif dalam tubuh kita yang ditunjukkan kepada ornag lain. Kita sering tersenyum tetapi jarang seklai kita bisa ikhlas untuk itu. Terkadang kita senyum dg tujuan menghormati, membalas budi ataupun dengan tujuan tujuan yang lain.
Apakah kita sudah mencoba untuk tersenyum dikala kita sedih? dikala kita dimusuhi? disakiti? Apakah kita pernah mencoba untuk itu? Alangkah indahnya kehidupan ini apabila kita semua dapat tersenyum dengan tulus, senyuman yang muncul dari dalam hati tanpa tendensi apapun... tidak akan ada permusuhan, peperangan dan tiada lagi perpecahan.
Mungkin hal itu semua cuma mimpi yang gak pasti, tetapi kenapa kita tidak mencobanya? Toh tidak ada ruginya bagi kita kan? Minimal... dengan kebiasaan senyum kita dapat menghindarkan diri kita dan keluarga dari hal yangnegatif.
Senyum yang tulus akan mengeluarkan energi positif kita sehingga membuat orang lain akan merasa nyaman apabila dekat dengan kita.
Senyum dapat menghangatkan suasana yang beku sehingga ide – ide baru akan muncul lebih cepat dan lebih baik.
Senyum dapat menghilangkan penyakit, dengan senyuman kita akan merasa bahwa tidak perlu lagi ada tangisan kesedihan. Karena senyum merupakan pengobat dari setiap penyakit.
Jadi... tunggu apa lagi? Mari kita sama - sama tunjukkan kepada dunia, senyum terbaik yang kita miliki, agar dunia juga memberikan keindahannya dalam senyuman yang diberikan kepada kita.

Belajar

Belajar adalah suatu hal yang tidak dapat hindarkan dari setiap detik kehidupan kita. Belajar adalah sebuah bentuk proses perubahan dari kurang menjadi lebih, dari negatif ke positif, tidak tahu menjadi tahu dst. Kita hampir tidak menyadari bahwa kita hidup hingga saat ini telah melalui berbagai proses belajar, mari kita renungkan bersama.
Ketika kita lahir, kita mulai belajar untuk bernafas, membuka mata, menangis dan seterusnya hingga kita dewasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa secara otomatis kita akan terus belajar tentang segala sesuatunya hingga kita nanti kembali kepada-Nya.
Belajar tidak harus selalu dilakukan di tempat – tempat tertentu semisal: sekolah, tempat kursus dll. Belajar tidak pernah mengenal usia, tempat, maupun waktu. Tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah proses belajar.
Saat ini yang paling penting adalah bagaimana kita belajar mengendalikan diri kita, sebab semua yang terjadi dalam kehidupan kita hanyalah kita yang dapat menentukan.
Marilah kita tunjukkan semangat kita untuk belajar, untuk lebih menggali potensi dalam diri sehingga dapat menjadikan kita sebagai insan yang lebih bermanfaat di setiap waktu.
“Menuntut Ilmu (Belajar) adalah fardhu (wajib) bagi setiap orang Islam (Al.hadits)”

Monday, September 15, 2008

Memaafkan...

Sebentar lagi kita akan tiba pada bulan yang fitrah (bulan syawal) dimana kita semua sebagai tradisi umat muslim saling bermaaf – maafan, kita sejenak saling melupakan dan menghapus kesalahan yang ada... dengan saling berjabat tangan kita memaafkan satu sama lain, tetapi apakah kita tahu bahwa keikhlasan untuk saling memaafkan itu ternyata memiliki dampak yang sangat baik bagi kesehatan kita.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin.

Oleh karena itu marilah kita bersama – sama berusaha untuk saling ikhlas memaafkan setiap orang yang ada disekitar kita. Kita tak akan pernah merasa kehilangan ataupun merugi kalau kita memaafkan orang lain. So, tunggu apa lagi? Hilangkan semua benci, iri, dengki mari kita mulai lembaran baru menuju kehidupan yang tenteram dan damai untuk saling memaafkan. Peace for the world.
Sumber:
www.harunyahya.com

Saturday, May 31, 2008

Mahal Mana? ngerti Nggak?

Harga BBM kita lebih murah dibanding Negara tetangga? apa benar? Mari kita hitung barengbarenghehehe

Pendapatan perkapita Malaysia

Malaysia : US$ 5490 = Rp. 53,900,820/tahun (kurs 9818)

Dapat digunakan untuk Beli BBM (premium) dg harga premium di Malaysia

(RM 1.88 /liter atau sama dengan Rp. 5,433 kurs 2890)

Sebanyak : 53,900,820 : 5,433 = 9921 liter

Pendapatan perkapita Singapura

Singapura : US$ 29320 = Rp. 287,863,760/tahun (kurs 9818)

Dapat digunakan untuk Beli BBM (premium) dg harga premium di Singapura

(SGD 1.37 /liter atau sama dengan Rp. 9,396, kurs 6859)

Sebanyak : 287,863,760 : 9,396 = 30636.84 liter

Pendapatan perkapita Thailand

Thailand : US$ 2990 = Rp. 29,355,820/tahun (kurs 9818)

Dapat digunakan untuk Beli BBM (premium) dg harga premium di Thailand

(38 bath/liter atau sama dengan Rp. 11,400 kurs 300)

Sebanyak : 29,355,820 : 11,400 = 2575.07 liter

Pendapatan perkapita Indonesia

Indonesia : US$ 1,420 = Rp. 13,941,560/tahun (kurs 9818)

Dapat digunakan untuk beli BBM (premium) dg harga baru Rp. 6,000

Sebanyak : 13,941,560 : 6,000 = 2323.59 liter

Pada tanggal 18 may 2008 kemarin detik finance.com memberitakan dengan headline… “Harga BBM Indonesia setengah dari Singapura”. Memang benartetapi bukan berarti harga rendah itu murah kan? Cozmurah ato enggak kan tergantung daya beli kita, iya gak?

Sumber:

http://quantan.wordpress.com

http://khaledpunya.blogspot.com

http://www.bi.go.id

http://www.detikfinance.com

Thursday, January 17, 2008

WASIT vs AREMANIA sapa yang salah?


...apakah ini sebuah tradisi?
Dunia sepakbola kita selalu menjadi ajang peperangan dan permusuhan....
seperti halnya kejadian kemarin malam (Rabu,16 Jan 2008) bertempat di std. Brawijaya Kediri. terjadi sebuah insiden yang (bagi saya) sangat memalukan, kita semua tahu... bahwa dalam kompetisi yang sama di tahun kemarin AREMANIA mendapatkan sebuah Award dari BLI (Badan Liga Indonesia) sebagai Suporter terbaik, akan tetapi... pada tahun ini.... apakah ini? sebuah perilaku dari suporter terbaik? gara - gara wasit (baca:hakim garis) menganulir gol untuk AREMA, maka AREMANIA tidak terima dan bertindak ANARKIS (memukul hakim garis) apakah itu pantas?
yang menjadi tanda tanya besar bagi saya cuma satu....
SIAPA YANG SALAH?
masyarakat penggila bola (baca:supporter) yang kurang sadar dan terlalu fanatik?
atau...
tim pemimpin pertandingan (baca:wasit) kita yang kurang proffesional?
bagi saya jawaban gak terlalu penting. Lebih baik, mulai hari ini.. mari kita introspeksi diri kita masing - masing... untuk lebih mewujudkan sepakbola sebagai....
FAIRPLAY GAME...
gimana? setuju....?
VIVA SOCCER INDONESIA